Alooinvitation

Kata-kata · 6 menit baca

Kata-kata undangan pernikahan

Teks undangan pernikahan umumnya terdiri dari tiga bagian: kalimat pembuka yang menyampaikan rasa syukur, kalimat inti yang memuat maksud mengundang beserta nama mempelai, dan kalimat penutup berisi harapan atas kehadiran serta doa. Nada bahasanya menyesuaikan siapa yang diundang — versi formal untuk kerabat dan kolega orang tua, versi santai untuk teman sebaya.

Yang dibahas di halaman ini adalah teks yang tertulis di dalam undangan — bukan pesan pengantar yang Anda ketik saat mengirim tautannya. Untuk yang kedua, lihat panduan mengundang lewat WhatsApp di bagian bawah halaman.

Tiga bagian yang selalu ada

  1. Pembuka — kalimat syukur atau kutipan singkat yang menetapkan nada undangan.
  2. Inti — maksud mengundang, nama kedua mempelai, nama orang tua, serta waktu dan tempat acara.
  3. Penutup — harapan atas kehadiran, permohonan doa restu, dan ucapan terima kasih.

Bagian inti sebaiknya paling pendek dan paling jelas. Tamu membaca undangan untuk tahu kapan dan di mana; kalimat panjang di bagian ini justru menyulitkan.

Contoh kalimat pembuka

Formal

Dengan memohon rahmat dan ridha Tuhan Yang Maha Esa, kami bermaksud menyelenggarakan syukuran pernikahan putra-putri kami.

Formal, netral

Dengan penuh rasa syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk berbagi kebahagiaan pada hari pernikahan kami.

Hangat

Ada hari yang sudah lama kami tunggu, dan rasanya belum lengkap tanpa kehadiran orang-orang terdekat kami.

Santai

Setelah sekian lama ditanya kapan, akhirnya kami punya jawabannya. Kami menikah, dan kami ingin kamu ada di sana.

Contoh kalimat inti

Formal

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir untuk memberikan doa restu kepada putra-putri kami.

Netral

Dengan segala kerendahan hati, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri resepsi pernikahan kami pada waktu dan tempat yang tercantum di bawah ini.

Santai

Kami akan menikah, dan kami ingin merayakannya bersama orang-orang yang selama ini menemani perjalanan kami. Datang, ya.

Contoh kalimat penutup

Formal

Atas kehadiran serta doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih.

Netral

Kehadiran dan doa dari Bapak/Ibu/Saudara/i adalah hadiah paling berarti bagi kami. Terima kasih.

Santai

Kalau kamu bisa datang, hari itu akan terasa jauh lebih lengkap. Sampai bertemu di sana!

Menyesuaikan nada untuk tamu yang berbeda

Satu undangan biasanya dibaca oleh tiga kelompok sekaligus: kolega dan kerabat orang tua, teman sebaya mempelai, dan keluarga besar. Teks di dalam undangan sebaiknya memakai nada yang paling formal di antara ketiganya, karena nada itu aman untuk semua pembaca.

Perbedaan nada justru lebih tepat diletakkan pada pesan pengantar ketika Anda mengirim tautannya — di situ Anda tahu persis siapa yang menerima.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menulis nama panggilan saja tanpa nama lengkap, padahal sebagian tamu adalah kenalan orang tua yang tidak mengenal panggilan tersebut.
  • Menyingkat nama gedung tanpa alamat, sehingga tamu dari luar kota kesulitan mencari.
  • Menuliskan jam mulai tanpa jam selesai, membuat tamu ragu kapan sebaiknya datang.
  • Kalimat penutup lebih panjang dari kalimat inti — yang membuat informasi penting tenggelam.

Lanjutkan

Bacaan terkait

FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja bagian yang harus ada dalam teks undangan pernikahan?

Tiga bagian: kalimat pembuka berisi rasa syukur, bagian inti yang memuat maksud mengundang beserta nama mempelai, nama orang tua, waktu, dan tempat acara, serta kalimat penutup berisi harapan kehadiran dan ucapan terima kasih.

Apakah teks undangan harus memakai bahasa formal?

Tidak harus, tetapi teks di dalam undangan sebaiknya memakai nada paling formal di antara semua kelompok tamu, karena satu undangan dibaca oleh kerabat orang tua sekaligus teman sebaya. Nada santai lebih tepat diletakkan pada pesan pengantar saat mengirimkan tautannya.

Berapa panjang teks undangan yang ideal?

Bagian inti sebaiknya paling pendek dan langsung — cukup satu hingga dua kalimat. Tamu membaca undangan terutama untuk mengetahui kapan dan di mana acaranya, sehingga kalimat panjang di bagian ini justru menyulitkan.

Siap menyusun undangannya?

Pilih satu dari 21 template, isi detail acara kalian, lalu bagikan tautannya. Ada paket gratis untuk mencoba.

Lihat template